AKSARAKATA.ID, BOGOTA – Presiden Kolombia Gustavo Petro buka suara usai mengundang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Gedung Putih.
Petro berujar ia telah melakukan panggilan telepon dengan Trump pada Rabu (7/1/2026) dan sepakat memperbaiki hubungan antarpemerintah.
“Saya meyakinkan kembali komunikasi untuk pertama kalinya,” kata Petro kepada pendukungnya di pertemuan, Rabu (7/1/2026), seperti dikutip CNN.
Petro mengatakan ia dan Trump setuju untuk kembali menjalin hubungan langsung, baik di tingkat kementerian luar negeri maupun kantor kepresidenan.
Percakapan telepon Petro dan Trump itu sendiri berlangsung selama sekitar satu jam.
Pada hari Rabu (7/1/2026), Trump mengatakan bahwa ia telah bertelepon dengan Petro setelah kejadian penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Petro merupakan sekutu dekat Maduro, yang diancam Trump akan bernasib sama dengannya.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump berujar percakapan telepon dengan Petro berjalan cukup “baik”. Ia pun mengundang Petro untuk datang ke Gedung Putih.
“Merupakan sebuah kehormatan untuk berbicara dengan Presiden Kolombia, Gustavo Petro, untuk menjelaskan situasi terkait narkotika dan perbedaan pendapat orang lain yang kami miliki. Saya mengapresiasi telepon dan nada bicaranya, dan berharap dapat bertemu dengannya dalam waktu dekat,” kata Trump, seperti dikutip Reuters .
Trump baru-baru ini mengancam akan menyerang Kolombia seperti yang dilakukannya terhadap Venezuela pekan lalu. Mungkin hal itu bisa terjadi jika Petro tidak segera mengatasi masalah narkoba di Kolombia.
Hubungan Trump dan Petro memang tidak baik sejak Trump kembali menjadi presiden AS.
Petro sering mengkritik Trump yang dinilai terlibat dalam genosida Israel di Jalur Gaza, Palestina. (posaceh.com)






