AKSARAKATA.ID, JAKARTA – Harga emas Pegadaian hari Ini Rabu 11 Februari 2026 untuk emas batangan UBS dan Galeri24 kompak naik.
Harga emas UBS kini berada di angka Rp 3.002.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.993.000 per gram. Sedangkan harga emas Galeri24 dipatok Rp 2.987.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.979.000 per gram.
Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa beruba. Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah.
Galeri24
• 0,5 gram: Rp1.567.000
• 1 gram: Rp2.987.000.
• 2 gram: Rp5.903.000
• 5 gram: Rp14.650.000
• 10 gram: Rp29.222.000
• 25 gram: Rp72.663.000
• 50 gram: Rp145.211.000
UBS
• 0,5 gram: Rp1.623.000
• 1 gram: Rp3.002.000
• 2 gram: Rp5.958.000
• 5 gram: Rp14.722.000
• 10 gram: Rp29.288.000
• 25 gram: Rp73.076.000
• 50 gram: Rp145.852.000
Sebelumnya, harga emas turun lebih dari 1% pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena pasar terkonsolidasi menjelang rilis data pekerjaan dan inflasi Amerika Serikat (AS) yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Dikutip dari CNBC, Rabu (11/2/2026), harga emas turun 0,71% menjadi USD 5.028,43 per ons. Sedangkan harga emas AS untuk pengiriman April turun sekitar 0,42% menjadi USD 5.057,90 per ons.
“Kami melihat sedikit penurunan atau konsolidasi menjelang sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis akhir pekan ini,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.
Data nonfarm payroll bulan Januari akan dirilis pada hari Rabu, dengan para ekonom memperkirakan 70.000 pekerjaan telah ditambahkan bulan lalu. Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Januari akan dirilis pada hari Jumat.
Penjualan ritel AS secara tak terduga tidak berubah pada bulan Desember, sehingga pengeluaran konsumen dan perekonomian secara keseluruhan berada di jalur pertumbuhan yang lebih lambat menjelang tahun baru.
Prospek ekonomi yang lebih lemah telah memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga, dengan para pedagang memperkirakan dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil dengan mengurangi biaya peluang untuk memegang logam tersebut. FEDWATCH
“Kelemahan dolar AS kemungkinan akan terus menopang harga,” kata Meger.(posaceh.com)






