aksarakata.id,.Lhokseumawe – Afonia adalah kondisi ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk mengeluarkan suara atau berbicara menggunakan suara normal.
Dalam kondisi ini, seseorang mungkin hanya bisa berbisik atau bahkan tidak mampu mengeluarkan suara sama sekali, meskipun masih bisa menggerakkan mulut dan lidah seperti biasa.
Afonia umumnya terjadi karena adanya gangguan pada pita suara atau sistem yang mengatur produksi suara.
Salah satu penyebabnya adalah peradangan pada pita suara akibat infeksi saluran pernapasan, seperti laringitis.
Selain itu, penggunaan suara secara berlebihan, berteriak terlalu keras, atau berbicara dalam waktu lama juga dapat menyebabkan gangguan pada fungsi pita suara.
Faktor lainnya yang dapat memicu afonia antara lain iritasi akibat asap rokok, paparan polusi, asam lambung yang naik hingga ke tenggorokan, serta gangguan saraf yang mengendalikan pita suara.
Dalam beberapa kasus, kondisi psikologis tertentu juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengeluarkan suara.
Gejala afonia tidak hanya ditandai dengan hilangnya suara, tetapi juga dapat disertai rasa tidak nyaman di tenggorokan, suara serak sebelum kehilangan suara, batuk, atau kesulitan mengeluarkan suara ketika berbicara.
Tingkat keparahannya bisa berbeda-beda, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Untuk membantu pemulihan, penderita dianjurkan mengistirahatkan suara, memperbanyak minum air putih, menjaga kelembapan udara, serta menghindari kebiasaan berteriak maupun berbisik terlalu lama karena keduanya dapat membebani pita suara.
Jika kehilangan suara berlangsung lebih dari beberapa hari, sering berulang, atau disertai kesulitan bernapas maupun menelan, segera periksakan diri ke dokter.
Mengenali afonia sejak dini penting agar gangguan suara dapat ditangani sesuai penyebabnya.
Jangan memaksakan diri untuk terus berbicara ketika suara mulai hilang.
Sebab, suara merupakan salah satu bagian penting dalam komunikasi sehari-hari yang juga perlu dijaga kesehatannya.(Mak/*)








