aksarakata.id, Jakarta – Pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai dan Kia, melakukan recall terhadap mobil listriknya. Tidak banyak unit mobil listrik yang terdampak, namun risikonya serius.
Recall mobil listrik Hyundai dan Kia ini terjadi di Amerika Serikat. Hyundai me-recall 6 unit Ioniq 5 model tahun 2023 dan 2024, sedangkan Kia me-recall satu unit Kia EV9 tahun 2024 serta tujuh unit Kia EV6 model tahun 2022 hingga 2024.
Seperti dikutip Electrek, dalam surat kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) pada tanggal 9 Juli, Hyundai menyatakan bahwa recall ini disebabkan oleh elektroda yang tidak sejajar di dalam sel baterai. Hal itu dapat menyebabkan korsleting internal dan mengakibatkan kebakaran.
Hingga saat ini, Hyundai belum mengetahui adanya insiden, kecelakaan, kebakaran, atau cedera di Amerika Serikat yang terkait dengan masalah ini.
Setelah meluncurkan investigasi bulan lalu, Hyundai menemukan sejumlah kecil kendaraan di AS yang dilengkapi dengan modul baterai yang cacat yang diproduksi oleh pemasoknya, SK On, selama periode produksi tertentu.
Meskipun recall ini berada mempengaruhi kendaraan AS, suku cadang tersebut dipasok oleh SK On di Korea Selatan. Hyundai belum mengeluarkan pengumuman recall di pasar lain. Meski begitu, beberapa laporan lokal menyarankan untuk tetap waspada.
Pemilik mobil listrik tersebut tetap bisa menggunakan mobilnya. Namun, Hyundai merekomendasikan untuk menjaga level baterai di bawah 80% saat mengisi daya.
Sebagai tindakan pencegahan, Hyundai juga menyarankan pemilik untuk memarkir kendaraan di luar ruangan dan jauh dari bangunan hingga masalah ini diperbaiki.
Dalam recall kali ini, teknisi akan mengganti rakitan sistem baterai (BSA). Layanan ini akan gratis terlepas dari apakah kendaraan tersebut masih tercakup dalam garansi kendaraan baru Hyundai.(Mak/*)








