Iran Gempur Israel Utara dan Tengah

Internasional36 Dilihat

AKSARAKATA.ID, TEHERAN – Iran  kembali melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal yang menargetkan  Israel bagian utara dan tengah pada Minggu (15/6/2025) pagi waktu setempat.

Serangan itu menyebabkan warga Israel diminta tetap berada di dekat tempat perlindungan alias shelter.

Sirene juga kembali berbunyi di berbagai penjuru saat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memulai warga yang tidak bepergian. IDF juga menyatakan sistem pertahanan Israel tengah beroperasi untuk menghalau serangan rudal Iran.

Sistem pertahanan negara sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut,” ungkap IDF, seperti diberitakan CNN .

Dikutip dari Al Jazeera, rudal Iran yang menghantam wilayah utara Israel telah menghancurkan tiga orang. Beberapa korban lainnya juga terjebak di dalamnya akibat serangan tersebut.

Sementara itu di Iran, kebakaran dilaporkan terjadi di fasilitas minyak Shahran di Teheran. Lokasi itu menjadi salah satu titik terbaru yang diserang Israel setelah nyaris tiga hari melancarkan serangan.

Pemerintah Iran hingga kini terus melakukan upaya pengendalian kebakaran, termasuk dengan mengirim petugas untuk mengomunikasikan api di kilang minyak tersebut.

Iran juga mengancam akan memperluas dan meningkatkan eskalasi serangannya terhadap Israel bila negara Zionis itu terus melanjutkan peperangan yang telah terjadi selama beberapa hari terakhir.

Hal itu diungkapkan oleh kantor humas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan pada Minggu (15/9) waktu Indonesia setelah gelombang serangan baru antar kedua negara.

IRGC menambahkan serangan Iran terhadap Israel akan bertujuan “fasilitas produksi bahan bakar untuk jet tempur dan pusat pasokan energi” dan operasi tersebut akan melibatkan sejumlah besar pesawat nirawak dan rudal.

CNN menyebut belum bisa memverifikasi klaim IRGC tersebut secara independen. Namun hal senada juga diungkapkan seorang sumber kepada Al Jazeera.

Perang Iran dan Israel pecah setelah kedua negara saling meluncurkan serangan sejak Jumat (13/6). Situasi itu memicu serangan Israel yang menargetkan fasilitas militer, pejabat militer, fasilitas nuklir, dan ilmuwan nuklir Iran.

Iran kemudian menyatakan serangan Israel tersebut merupakan bentuk deklarasi perang. Negara Timur Tengah itu kemudian melancarkan serangan balasan secara bertubi-tubi terhadap objek vital Israel.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *