Karyawan BYD Tembus 1,02 Juta, Lampaui Gabungan Toyota Hingga Tesla

Internasional3 Dilihat

aksarakata.id, Shenzhen – BYD kini memiliki lebih dari 1,02 juta karyawan, menurut Chairman BYD Wang Chuanfu.

Jumlah tersebut melampaui total karyawan Toyota, General Motors (GM), Ford, dan Tesla jika digabungkan.

Dikutip dari Electrek, jumlah karyawan BYD meningkat tajam dibandingkan akhir 2025, ketika produsen otomotif asal China tersebut melaporkan memilki sekitar 869.600 karyawan.

Artinya, BYD menambah sekitar 150.000 orang dalam 10 bulan, meski penjualan kendaraannya sedang menurun.

Sekitar 960.000 karyawan BYD bekerja di China, sedangkan sekitar 60.000 lainnya bekerja di luar negeri.

Wang menyebut hingga 120.000 karyawan merupakan insinyur riset dan pengembangan (R&D).

Angka tersebut disampaikan dalam konferensi tahunan ke-33 China Society of Automotive Engineers (CSAE) pada Rabu (28/10/2026).

Para insinyur tersebut mengembangkan berbagai teknologi, termasuk sel baterai, motor, sistem kontrol elektronik, dan semikonduktor.

Wang menilai integrasi vertikal menjadi kunci pertumbuhan BYD. Dengan mengembangkan dan memproduksi sendiri baterai, chip, serta motor, BYD bertransformasi dari produsen baterai yang berdiri pada 1994 menjadi merek kendaraan energi baru dengan penjualan terbesar di dunia selama beberapa tahun berturut-turut.

Ia menyebut perjalanan BYD mencerminkan transformasi industri otomotif China, dari yang semula mengikuti perkembangan industri global menjadi pemimpin.

Jumlah karyawan berfluktuasi
Jumlah tenaga kerja BYD mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Pada akhir 2022, BYD memiliki sekitar 570.100 karyawan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 703.500 orang pada akhir 2023, sebelum perusahaan melakukan perekrutan secara masif.

Electrek melaporkan pada September 2024 bahwa jumlah karyawan BYD telah melampaui 900.000 orang.

Saat itu, BYD juga disebut memiliki tenaga kerja R&D terbesar di antara produsen otomotif, dengan lebih dari 110.000 insinyur.

Jumlah karyawan perusahaan mencapai 968.900 orang pada akhir 2024.
Namun, BYD kemudian melakukan pemangkasan tenaga kerja besar-besaran.

Laporan tahunan 2025 menunjukkan jumlah karyawan turun sekitar 99.000 orang menjadi 869.600 pada akhir tahun.

Pengurangan tersebut sebagian besar terjadi pada pekerjaan produksi di lini operasional.

Kini, jumlah karyawan BYD kembali melampaui 1 juta orang. Data yang dihimpun S&P Global Market Intelligence menunjukkan BYD memiliki 911.900 karyawan pada akhir Juni.

Dengan demikian, perusahaan menambah lebih dari 100.000 karyawan hanya dalam waktu sekitar empat bulan.

Perbandingan dengan produsen lain
Jumlah karyawan BYD jauh melampaui sejumlah produsen otomotif konvensional. Volkswagen Group, termasuk usaha patungan di China, melaporkan 662.942 karyawan pada akhir 2025.

Toyota memiliki 390.927 karyawan per 31 Maret 2026, sedangkan Stellantis melaporkan 258.668 karyawan pada akhir tahun lalu.

Di Amerika Serikat, Ford mengakhiri 2025 dengan 169.000 karyawan, sementara GM memiliki 156.000 karyawan.

Tesla melaporkan total 134.785 karyawan di seluruh dunia dalam laporan tahunan terbarunya, Form 10-K.

Jika dijumlahkan, Toyota, GM, Ford, dan Tesla memiliki sekitar 851.000 karyawan. Jumlah karyawan BYD lebih banyak sekitar 170.000 orang dibandingkan total tersebut.

Namun, besarnya jumlah tenaga kerja tidak otomatis berarti produktivitas lebih tinggi.

Jika penjualan kendaraan global sepanjang 2025 dibandingkan dengan jumlah karyawan pada akhir tahun, BYD mencatat rasio kendaraan per karyawan yang lebih rendah.

BYD menjual sekitar 4,6 juta kendaraan pada 2025 dengan 869.600 karyawan. Artinya, perusahaan menjual sekitar 5,3 kendaraan per karyawan.

Sebagai perbandingan, Tesla mengirimkan 1.636.129 kendaraan dengan 134.785 karyawan, atau sekitar 12 kendaraan per karyawan.

Volkswagen Group mencatat sekitar 13,5 kendaraan per karyawan.
Toyota mencatat penjualan grup sebanyak 11,3 juta kendaraan, termasuk Daihatsu dan Hino.

Dengan jumlah karyawan yang dilaporkan, perusahaan tersebut menghasilkan sekitar 29 kendaraan per karyawan.

Namun, perbandingan tersebut memiliki keterbatasan penting. Jumlah karyawan BYD tidak hanya mencakup bisnis otomotifnya.

Angka tersebut juga mencakup BYD Electronic, perusahaan manufaktur kontrak yang mayoritas sahamnya dimiliki BYD dan merakit perangkat untuk merek lain.

BYD Electronic melaporkan mempekerjakan 165.000 karyawan pada akhir 2025.

Selain itu, jumlah tenaga kerja BYD mencakup bisnis baterai yang memasok produsen otomotif lain, serta operasi semikonduktor, motor, penyimpanan energi, dan transportasi rel yang dikembangkan perusahaan. (Mak/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *