Persiraja Bersiap Hadapi PSMS

News, Olahraga18 Dilihat

aksarakata.id,Banda Aceh — Kemenangan belum sempat dirayakan terlalu lama. Di tengah udara Yogyakarta yang masih menyimpan sisa euforia, Persiraja Banda Aceh memilih untuk tidak segera pulang.

Laskar Rencong memutuskan menetap, merawat momentum, sembari menatap laga berikutnya yang jauh lebih berat, menantang PSMS Medan.

Usai memetik tiga angka berharga dari kandang Persiku Kudus di Bantul, skuad oranye tidak langsung bertolak ke Aceh. Mereka justru menahan langkah di Kota Gudeg, menjadikan kota itu sebagai markas sementara sebelum melakoni duel sarat gengsi melawan PSMS Medan.

Laga lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 itu akan tersaji pada Sabtu (7/11) di Stadion Utama Sumatera Utara. Sebuah panggung yang menuntut kesiapan fisik dan mental secara paripurna.

Demi Kematangan

Bagi tim pelatih yang dinakhodai M. Ridwan, jeda waktu di Yogyakarta bukan sekadar persinggahan. Masa tersebut dimanfaatkan untuk memulihkan kebugaran, menata ulang strategi, serta mengasah kekompakan tim.

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, menuturkan bahwa keputusan untuk tetap berada di Yogyakarta lahir dari pertimbangan matang.

Manajemen ingin memberikan ruang yang cukup bagi para pemain untuk beristirahat sekaligus melahap program latihan yang telah disusun.

“Selepas laga menghadapi Persiku, kami memutuskan tim tetap bermukim di Yogyakarta guna mengoptimalkan persiapan menjelang duel kontra PSMS Medan. Kami berharap para pemain memperoleh jeda yang memadai untuk memulihkan kondisi sembari mengikuti agenda latihan dari tim pelatih,” tutur Rahmat.

Terangkat

Kemenangan 3-1 atas Persiku Kudus bukan hanya soal tambahan angka di papan klasemen. Lebih dari itu, hasil tersebut telah mengembalikan kepercayaan diri dan menghangatkan suasana ruang ganti.

Rahmat menyebut, atmosfer tim saat ini berada dalam kondisi yang sangat menggembirakan. Semangat yang sempat meredup kini kembali menyala, dan hal itu diharapkan tetap terjaga hingga peluit akhir di Sumatera Utara nanti.

“Alhamdulillah, keadaan para pemain hingga kini cukup prima dan iklim tim pun begitu positif pascakemenangan atas Persiku. Kami berharap irama ini dapat terus dipertahankan. Laga menghadapi PSMS tentu bukan perkara ringan, namun seluruh pemain wajib tetap berkonsentrasi dan bekerja keras demi kembali meraih capaian terbaik,” ujarnya.

Tiga poin dari Bantul memang menjadi penanda kebangkitan. Persiraja kini mengantongi sembilan poin dari delapan pertandingan.

Capaian itu mendongkrak posisi tim kebanggaan masyarakat Aceh tersebut ke urutan ketujuh klasemen sementara Grup A, sekaligus melepaskan diri dari jerat zona degradasi.

Menatap Medan

Kini, seluruh perhatian tertuju ke Medan. Persiraja bertekad memperpanjang tren positif dan pulang membawa kabar gembira bagi Tanah Rencong.

Di penghujung perbincangan, Rahmat menitipkan harapan kepada seluruh masyarakat Aceh. Dukungan dan doa dari kampung halaman diyakini menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain yang tengah berjuang di tanah rantau.

“Kami memohon doa serta dukungan dari masyarakat Aceh agar Persiraja dapat tampil dengan baik dan membawa pulang hasil yang membanggakan dari Sumatera Utara,” pungkasnya.(Mak/*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *