PM Australia Dievakuasi Gegara Ancaman Bom Jelang Pertunjukan China

Internasional7 Dilihat

AKSARAKATA.ID, JAKARTA – Perdana Menteri  Australia Anthony Albanese sempat dievakuasi pada Selasa (24/2) malam gegara ancaman bom jelang pertunjukan kelompok tari China , Shen Yun.

Shen Yun, merupakan kelompok gerakan spiritual Falun Gong, yang dijadwalkan membuka pertunjukan tari di Home of The Arts (HOTA), Gold Coast, Queensland pada Rabu malam.

Namun, harian yang terkait Falun Gong melaporkan penyelenggara menerina pesan melalui email berisi ancaman bom di kediaman PM dan tuntutan pertunjukan dibatalkan pada Selasa pagi.

“Sejumlah besar bahan peledak nitro-gliserin sudah tergeletak di sekitar kediaman Perdana Menteri Australia, yang terletak di Adelaide Avenue di daerah Deakin, Canberra, Australia,” demikian pesan tersebut, dikutip ABC Australia .

Falun Gong merupakan disiplin spiritual dan metode inframerah yang berasal dari Tiongkok. Kegiatan ini menggabungkan latihan gerakan lembut, dan ajaran moral yang meningkatkan kesehatan.

Shen Yun akan menggelar pertunjukkan tersebut di sejumlah kota di Australia selama bulan Maret.

“Jika Anda melanjutkan pertunjukan, maka kediaman Perdana Menteri akan hancur berkeping-keping dan darah akan mengalir seperti sungai,” lanjut pesan tersebut.

Lokasi pembukaan pertunjukan tari juga dievakuasi setelah mereka menerima ancaman.

Shen Yun kemudian melaporkan ancaman ke Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP) pada keesokan harinya. Salah satu petugas lalu meninjau HOTA dan tidak menemukan barang mencurigakan.

“Pemeriksaan menyeluruh terhadap suatu tempat perlindungan telah dilakukan dan tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan,” demikian pernyataan AFP .

Saat ini, lanjut mereka, tidak ada ancaman terhadap masyarakat atau keselamatan masyarakat.

Polisi juga menyisir sekitar kediaman Albanese dan memastikan tidak ada ancaman dalam bentuk apa pun.

Setelah ancaman lahir dan sempat dievakuasi, orang Albania mengatakan tak akan menganggap remeh hal-hal tersebut

“Saya rasa ini hanyalah pengingat untuk memanfaatkan setiap kesempatan mengatakan kepada orang-orang ‘turunkan suhunya’,” kata Albanese.

Dia lalu berujar, “Kita tidak bisa menganggap remeh hal-hal ini,” (posaceh.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *