Sekdisdikbud Aceh Besar: Lomba Beut Kitab Bak Sikula Jadi Tolak Ukur Kemampuan Siswa

Aksarakata.id, Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar memanfaatkan pelaksanaan Lomba Beut Kitab Bak Sikula bagi murid Sekolah Dasar (SD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai sarana untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam membaca kitab jawi, memahami bahasa Jawi, serta mempraktikkan tata cara shalat.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, Fahrurrazi mengatakan, hasil penilaian dewan juri akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan Program Beut Kitab Bak Sikula.

“Kami berharap hasil penilaian nantinya dapat menggambarkan sejauh mana kemampuan anak-anak dalam membaca kitab, memahami bahasa Jawi, dan mempraktikkan shalat. Evaluasi ini akan menjadi dasar untuk pengembangan program pada masa mendatang,” ujar Fahrurrazi saat meninjau lomba di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan lomba tahun ini masih bersifat piloting dengan melibatkan 23 SD dan 23 SMP yang mewakili seluruh kecamatan di Aceh Besar. Menurutnya, pelaksanaan tersebut menjadi langkah awal dan akan diterapkan secara lebih luas.

Ketua Panpel yang juga Sekdisdikbud Aceh Besar Fahrurrazi SE meninjau pelaksanaan lomba praktek ibadah pada Beut Kitab Bak Sikula, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

“Pada tahun pertama ini hanya melibatkan sekolah perwakilan dari setiap kecamatan. Insya Allah mulai tahun 2027 seluruh SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, akan ikut serta dalam lomba ini,” kata Sekdisdikbud Aceh Besar.

Fahrurrazi mengungkapkan, sebagai bentuk apresiasi, panitia telah menyiapkan sejumlah penghargaan bagi para juara berupa uang pembinaan, piala, medali, dan sertifikat.

“Walaupun hadiahnya tidak terlalu besar, kami berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Sertifikat prestasi juga dapat dimanfaatkan sebagai nilai tambah ketika melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi,” jelasnya.

Menurut Fahrurrazi, Program Beut Kitab Bak Sikula merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat pendidikan agama di sekolah formal sehingga mampu melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan keagamaan yang baik.

“Kita ingin sekolah formal juga mampu memberikan pembelajaran agama yang kuat sehingga tidak tertinggal dibandingkan lembaga pendidikan berbasis madrasah. Harapannya program ini dapat terus berkembang dan berkelanjutan,” ucapnya.

Ketua Panpel yang juga Sekdisdikbud Aceh Besar Fahrurrazi SE meninjau pelaksanaan lomba praktek ibadah pada Beut Kitab Bak Sikula, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Ia menyatakan, saat ini pelaksanaan Program Beut Kitab Bak Sikula didukung oleh 457 guru yang telah dipersiapkan untuk mengajarkan pembelajaran kitab di sekolah-sekolah di Aceh Besar.

“Sampai sekarang sudah ada 457 guru Beut Kitab Bak Sikula yang mendukung pelaksanaan program ini di berbagai sekolah,” katanya.

Fahrurrazi juga mengapresiasi gagasan Bupati Aceh Besar H Muharram Idris atau Syech Muharram yang menginisiasi Program Beut Kitab Bak Sikula sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui pendidikan agama.

“Program yang digagas Bapak Bupati merupakan langkah yang sangat baik untuk membentuk karakter dan memperkuat pemahaman agama anak-anak sejak dini. Kami optimistis manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fahrurrazi juga menyampaikan terima kasih kepada Forum Ulama Aceh Besar yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Kita tentunya sangat berterimakasih kepada para ulama dan umara di Aceh Besar yang telah mendukung penuh Program Beut Kitab Bak Sikula ini agar terus berkembang serta memberikan manfaat bagi generasi muda Aceh Besar,” pungkasnya.(Alfarizi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *