Uang Beredar RI Naik Jadi Rp10.117,8 T per Januari 2026

Nasional16 Dilihat

AKSARAKATA.ID, JAKARTA – Bank Indonesia  (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) naik menjadi Rp10.117,8 triliun per Januari 2026.

Angka ini tumbuh 10 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 yang sebesar 9,6 persen (yoy).

Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,4% (yoy).

“Peningkatan M2 pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).

BI mencatat tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh sebesar 22,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,6 persen (yoy).

Lalu, penyaluran kredit pada Januari 2026 juga tumbuh sebesar 10,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 sebesar 9,3 persen (yoy).

BI juga mencatat uang primer (M0) customized tumbuh 14,7 persen (yoy) pada Januari 2026, melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 16,8 persen (yoy) di angka Rp2.193 triliun.

Sebagai informasi, M0 disesuaikan dengan gambaran perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI yang disesuaikan sebesar 30,1 persen (yoy) dan uang kartal yang meninggal sebesar 12,4 persen (yoy),” imbuh Denny.

Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, pertumbuhan M0 disesuaikan dengan mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter disesuaikan). (posaceh.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *