BPBD: Banjir Rendam 10 Kecamatan di Aceh Barat, 105 Jiwa Mengungsi

Daerah19 Dilihat

aksarakata.id, Meulaboh – Banjir akibat luapan sejumlah sungai merendam puluhan gampong yang tersebar di 10 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat sejak Sabtu malam, 31 Oktober 2026.

Bencana tersebut menyebabkan akses jalan dan jembatan rusak serta memaksa 35 kepala keluarga atau 105 jiwa mengungsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Darmawan, mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan sejumlah sungai meluap.

“Banjir mengakibatkan sejumlah rumah warga akses jalan tergenang. Saat ini personel BPBD terus melakukan pemantauan dan bersiaga di sejumlah wilayah terdampak,” demikian laporan Pusdalops BPBD Aceh Barat, diterima RRI.CO.ID Senin (2/11/2026).

Sepuluh kecamatan terdampak meliputi Pante Ceureumen, Sungai Mas, Woyla Barat, Woyla, Woyla Timur, Arongan Lambalek, Panton Reu, Kaway XVI, Meureubo, dan Johan Pahlawan.

Berdasarkan data sementara, kerusakan infrastruktur cukup serius terjadi di Kecamatan Sungai Mas.

Jembatan gantung di Gampong Kajeung dan Tungkop dilaporkan mengalami rusak berat. Selain itu, akses jalan Geudong-Kajeung tertutup endapan lumpur.

Sementara itu, akses jalan menuju Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, dilaporkan terputus akibat banjir.

Air juga mengikis bagian lantai dan badan rumah milik warga bernama Muhammad Safril di Gampong Geudong.

Adapun warga yang mengungsi berasal dari Gampong Napai, Kecamatan Woyla Barat, sebanyak 20 KK atau 60 jiwa, serta Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, sebanyak 15 KK atau 45 jiwa.

Hingga laporan terbaru diterima, belum ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara jumlah keseluruhan warga terdampak masih dalam proses pendataan.

BPBD Aceh Barat telah menyiagakan personel di posko serta mengerahkan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memantau perkembangan situasi.

“Tim penyelamatan juga disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan penanganan darurat lanjutan,” ujarnya.

Dalam laporan kondisi Senin pagi, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di wilayah Pante Ceureumen. Ketinggian air sungai di sekitar Gampong Sikundo juga masih tinggi.

Sementara itu, debit air di sekitar Gampong Napai, Kecamatan Woyla Barat, dan Jembatan Peuribu dilaporkan mengalami peningkatan.

BPBD mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir agar tetap waspada, terutama saat hujan deras, serta segera mengamankan diri apabila debit air sungai kembali meningkat.

Penanganan dan pemantauan bencana tersebut turut melibatkan TNI, Polri, RAPI Aceh Barat, UKM PK UTU, serta masyarakat setempat.(Mak/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *