Disbudpar Aceh Gelar Edukasi Kesenian Aceh untuk Masyarakat Lokop

Daerah5 Dilihat

Aksarakata.id, Aceh Timur – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui Bidang Budaya dan Seni menggelar kegiatan Edukasi Kesenian Aceh bagi masyarakat di Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam memperkuat pelestarian seni budaya daerah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Aceh. Kegiatan tersebut juga sebagai upaya pemerintah Aceh untuk membangun semangat masyarakat menjaga seni budaya pasca bencana banjir beberapa waktu silam yang sempat memporak poranda Gampong Lokop.

Kegiatan yang diikuti oleh tokoh masyarakat, seniman lokal, pelajar, pemuda, serta pegiat budaya itu berlangsung selama 2 hari sejak tanggal17 Juli hingga 18 Juli. Selain penyampaian materi mengenai sejarah dan perkembangan kesenian Aceh, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan seni tradisi melalui regenerasi, dokumentasi, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, AP, yang diwakili oleh Kepala Bidang Budaya dan Seni, Laila Hamjah, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa edukasi kesenian merupakan salah satu langkah strategis untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya yang dimiliki Aceh.

“Kesenian Aceh bukan hanya menjadi bagian dari identitas masyarakat, tetapi juga merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan, kebersamaan, dan kearifan lokal. Melalui kegiatan edukasi ini, kami ingin menumbuhkan kembali rasa bangga masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan berbagai bentuk kesenian tradisional Aceh,” ujar Laila Hamjah, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus budaya global menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan seni tradisi. Oleh karena itu, edukasi budaya harus terus dilakukan secara berkelanjutan hingga menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki kekayaan budaya lokal, seperti Lokop. Masyarakat Lokop sendiri sangat menyukai seni dan memiliki banyak kesenian yang bisa dikembangkan dan dijaga sebagai warisan budaya indatu. Tak hanya Saman masyarakat Lokop juga memiliki seni Bines dan Malenkan.

Ia menambahkan bahwa setiap daerah di Aceh memiliki kekhasan budaya yang menjadi aset penting untuk dijaga bersama. Pemerintah Aceh terus berupaya memberikan ruang bagi masyarakat agar mampu mengembangkan potensi seni budaya yang dimiliki tanpa kehilangan nilai-nilai asli yang diwariskan para leluhur.

Kepala Bidang Budaya dan Seni, Laila Hamjah, S.Sos., M.M., menyampaikan sambutan saat membuka Edukasi Kesenian Aceh bagi masyarakat di Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (17/7/2026). FOTO/PANITIA PENYELENGGARA

“Kami percaya bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, seniman, lembaga pendidikan, hingga komunitas budaya. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, maka kesenian Aceh akan tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak memahami berbagai jenis kesenian tradisional Aceh yang telah dikenal luas, seperti tari, musik tradisional, seni pertunjukan, hingga seni tutur yang selama ini menjadi media penyampaian pesan moral, nilai agama, dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pandangan mengenai kondisi kesenian di daerah mereka. Berbagai masukan muncul, mulai dari perlunya pembinaan terhadap sanggar seni, penyediaan ruang pertunjukan, hingga dukungan bagi generasi muda yang memiliki minat dalam bidang seni budaya, sebagai upaya pemulihan dari bencana banjir yang melanda masyarakat Lokop beberapa waktu lalu.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai strategi pelestarian budaya di era digital. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga masyarakat memiliki ruang belajar sekaligus wadah untuk mengembangkan kreativitas berbasis budaya lokal.

Laila Hamjah menilai semangat masyarakat Lokop dalam menjaga budaya menjadi modal penting bagi keberhasilan pelestarian kesenian Aceh. Ia mengapresiasi keterlibatan para tokoh adat, seniman, dan generasi muda yang terus berupaya mempertahankan berbagai tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat.

Masyarakat Lokop menampilkan tari Saman pada Edukasi Kesenian Aceh bagi masyarakat di Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (17/7/2026). FOTO/PANITIA PENYELENGGARA

“Kami melihat semangat luar biasa dari masyarakat Lokop dalam menjaga warisan budaya. Ini menjadi kekuatan besar yang harus terus dipelihara. Pemerintah Aceh akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya melalui program pembinaan, edukasi, serta penguatan kapasitas para pelaku seni agar mampu terus berkarya. Ini juga menjadi bagian penting untuk memberikan trauma healing bagi masyarakat Lokop dari musibah bencana banjir,” ungkapnya

Ia juga menekankan bahwa budaya memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Selain memperkuat jati diri masyarakat, budaya juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata harus berjalan beriringan. Kekayaan seni tradisi yang dimiliki Aceh dapat menjadi salah satu kekuatan dalam memperkenalkan daerah kepada wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.

“Ketika budaya mampu dijaga dengan baik, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi pelestarian nilai-nilai tradisi, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi melalui pengembangan pariwisata budaya dan industri kreatif. Karena itu, investasi terbaik dalam pelestarian budaya adalah melalui pendidikan dan edukasi kepada masyarakat,” tutur Laila.

Kegiatan edukasi tersebut diharapkan menjadi awal dari lahirnya berbagai inisiatif masyarakat dalam mengembangkan kesenian lokal, membentuk komunitas budaya, memperkuat sanggar seni, serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

Disbudpar Aceh berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program edukasi budaya ke berbagai kabupaten dan kota di Aceh sebagai bagian dari strategi pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, berbagai kekayaan seni tradisi Aceh diharapkan tetap lestari, berkembang mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas daerah.

Dengan terselenggaranya kegiatan Edukasi Kesenian Aceh di Lokop, Kecamatan Serbajadi, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga, merawat, dan mewariskan kekayaan budaya kepada generasi berikutnya. Pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat agar identitas budaya Aceh tetap kokoh dan mampu menjadi kebanggaan di tingkat nasional maupun internasional.(Alfarizi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *