Mahasiswa FISIP USK Bangun PAUD Layak untuk Anak Desa Gele Pulo

Daerah, Pendidikan25 Dilihat

aksarakata.id, Aceh Tengah – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA) membangun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Gele Pulo, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (3/11/2026).

Kehadiran fasilitas pendidikan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan warga yang selama ini belum memiliki ruang belajar layak bagi anak-anak usia dini. PAUD tersebut resmi dibuka pada Minggu (1/11/2026), sekaligus menandai berakhirnya program pengabdian masyarakat Jejak FISIP 6 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP USK sejak 19 Oktober 2026.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Riset FISIP USK, Rizanna Rosemary, mewakili dekan; Sekretaris Desa Gele Pulo, Ruslan Efendi, mewakili Reje Kampung; serta Abdul Hadi dari Divisi Community Empowerment HAkA.

Pembangunan PAUD tersebut berangkat dari hasil survei mahasiswa yang menemukan kebutuhan mendesak masyarakat. Sebelumnya, kegiatan belajar anak-anak hanya berlangsung di teras rumah warga berukuran sekitar 2 x 3 meter, sehingga sangat terbatas untuk aktivitas pendidikan dan bermain.

Koordinator Bidang Sosial Masyarakat BEM FISIP USK, Yardan Humam Rimba, mengatakan program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan langsung masyarakat, bukan sekadar membawa kegiatan yang telah disusun mahasiswa di kampus.

“Inti pengabdian itu adalah menanyakan apa yang dibutuhkan masyarakat, bukan membawa program yang sudah kita rancang sendiri di kampus,” ujarnya.

Survei awal dilakukan pada Juli 2026 di tiga desa, yakni Lineung Bulen 2, Mengaya, dan Gele Pulo. Setelah Gele Pulo ditetapkan sebagai lokasi pengabdian, mahasiswa kembali melakukan survei pada September untuk mendalami kondisi desa dan kebutuhan masyarakat.

Gele Pulo merupakan desa pemekaran yang dihuni banyak pasangan muda. Kondisi tersebut membuat jumlah anak usia dini cukup banyak, sementara fasilitas pendidikan PAUD yang tersedia sebelumnya tidak memadai.

Ketua Panitia Jejak FISIP 6, Arif Hidayatullah, mengatakan kondisi tempat belajar yang hanya memanfaatkan teras rumah berukuran kecil mendorong mahasiswa memperjuangkan pembangunan fasilitas baru.

“Kondisi PAUD sebelumnya sama sekali tidak layak untuk kegiatan belajar anak-anak. Karena itu, kami bersama tim berupaya agar Gele Pulo memiliki PAUD yang lebih baik,” katanya.

Upaya tersebut mendapat dukungan HAkA dan masyarakat setempat. Keterlibatan warga melalui gotong royong menjadi bagian penting dalam pembangunan, sekaligus menunjukkan komitmen masyarakat untuk memiliki dan merawat fasilitas tersebut.

Yardan menyampaikan apresiasi kepada HAkA atas dukungan penuh terhadap pembangunan PAUD. Menurutnya, kolaborasi mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat nyata bagi desa.

Sekretaris Desa Gele Pulo, Ruslan Efendi, menyambut baik pembangunan tersebut. Ia bersyukur anak-anak di desanya kini memiliki tempat belajar yang lebih layak.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada mahasiswa FISIP USK yang telah datang melihat langsung kebutuhan masyarakat. Terima kasih juga kepada HAkA yang telah membantu pembangunan PAUD ini,” ungkapnya.

Selain pembangunan PAUD, Jejak FISIP 6 melibatkan sekitar 60 mahasiswa dan relawan dalam berbagai kegiatan pengabdian. Program tersebut mencakup edukasi kesehatan dan kesehatan reproduksi remaja, pendidikan anak melalui kegiatan membaca, menulis, dan berhitung, sosialisasi administrasi desa, penguatan komunikasi, serta kegiatan penghijauan dan pengelolaan sampah.

Rangkaian kegiatan diawali di Banda Aceh pada 19–22 Oktober 2026 melalui pembekalan relawan dan penanaman mangrove di kawasan Lampulo sebelum peserta diberangkatkan ke Gele Pulo.

Arif berharap PAUD yang telah dibangun dapat menjadi ruang tumbuh dan belajar bagi anak-anak sekaligus dirawat bersama oleh masyarakat.

“Jejak FISIP tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian selama dua pekan. Kami ingin meninggalkan sesuatu yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. PAUD ini menjadi salah satu jejak tersebut,” tutupnya.(Mak/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *