aksarakata.id, Jakarta – Bruno Fernandes tampil impresif saat membantu Manchester United meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Roma di Liga Champions, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.
Fernandes mencetak gol melalui titik penalti sekaligus memberikan assist untuk gol penyama kedudukan Matheus Cunha.
MU bangkit setelah tertinggal dua gol dan akhirnya mengakhiri catatan sembilan pertandingan tanpa kemenangan, melawan Roma.
Penampilan Fernandes menjadi satu di antara yang terbaik pada musim ini, yang sejauh ini berjalan mengecewakan bagi pemain berusia 32 tahun itu.
Performa tersebut juga memperlihatkan kualitas gelandang Timnas Portugal yang musim lalu dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Inggris.
Namun, Fernandes sempat kehilangan tempat di tim utama setelah Carrick mencadangkannya ketika MU menghadapi Bournemouth.

Keputusan itu diambil setelah Fernandes melontarkan kritik terhadap taktik sang manajer menyusul kekalahan 1-4 dari Como pada matchday ketiga Liga Champions lalu.
Dalam wawancara dengan Amazon Prime, Fernandes mengakui Carrick memiliki alasan yang tepat untuk mencoretnya dari starting XI Setan Merah.
“Situasinya sulit. Ada banyak spekulasi di media. Banyak kebohongan mengenai berbagai hal yang terjadi antara saya dan manajer. Kami sudah menyelesaikan persoalan itu, tetapi setelahnya, manajer memutuskan menempatkan saya di bangku cadangan karena saya tidak tampil baik,” ujar Fernandes.
Fernandes juga menanggapi anggapan pencadangan dirinya merupakan hukuman atas kritik yang dilontarkan kepada Carrick.
“Semua orang menganggap itu sebagai hukuman atas perkataan saya. Jika memang demikian, keputusan itu tepat. Manajer adalah orang yang berhak mengambil keputusan,” katanya.
Fernandes menegaskan pencadangan dirinya tidak mengurangi kepercayaan terhadap Carrick dan staf pelatih MU.
Ia juga tetap bertekad membawa Setan Merah meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.
“Hal itu tidak mengubah kepercayaan saya kepada manajer, staf pelatih, dan setiap pemain di klub ini. Itu juga tidak mengubah target saya untuk memenangi setiap pertandingan yang akan saya hadapi,” lanjut Fernandes.
Klub Butuh Menang
Posisi Carrick sebagai manajer MU sedang mendapat tekanan. Setan Merah menjalani awal musim terburuk sejak 1986 dan baru meraih satu kemenangan di Liga Inggris sejauh ini.
Meski begitu, Fernandes menepis anggapan kemenangan atas Roma menjadi upaya para pemain untuk menyelamatkan posisi Carrick.
“Kami tidak perlu menyelamatkan pekerjaan siapa pun. Klub membutuhkan kemenangan itu, begitu juga para pemain,” tutur Fernandes.
Ia menambahkan, seluruh pemain MU telah bekerja keras bersama-sama untuk keluar dari situasi sulit yang sedang mereka hadapi.(Mak/*)







